Menjaga Vagina dari Masalah Keputihan dengan Crystal-X Izin BPOM NA 18111600004

Cara Merawat Vagina dan Membersihkan Organ Kewanitaan


Aset terpenting wanita yang harus dijaga kebersihannya adalah vagina. Kira-kira perawatan seperti apa ya yang dibutuhkan oleh Miss V itu?

1. Etika Membasuh Vagina Sehabis Buang Air Kecil atau Buang Air Besar
Cara membasuh vagina yang tepat adalah dengan menyiramkan air dari arah depan vagina ke belakang anus dan bukan sebaliknya. Lalu keringkan Miss V dengan handuk lembut atau tisu agar tidak basah.

2. Pilihlah Cairan Pembersih yang Tepat
Pemilihan cairan pembersih juga harus diperhatikan dengan memilih pembersih khusus vagina yang kadar pH-nya 3-4 (bisa dibaca pada kemasan botolnya). Dan yang terpenting hindarilah pembersih vagina dengan kadar pH yang tinggi karena akan mengakibatkan kulit kelamin menjadi keriput dan mematikan bakteri baik yang mendiami vagina.

3. Melakukan Pemeriksaan Rutin Pada Wilayah Miss V
Pemeriksaan rutin juga perlu dilakukan setiap saat agar bila terjadi infeksi dapat segera diketahui. Tanda-tanda bisa dideteksi bila terjadi perubahan warna di daerah sekitar Miss v (menjadi lebih merah) dan kerap kali disertai bau yang kurang sedap juga rasa gatal. Bila hal itu terjadi segeralah berkonsultasi pada ahli obstetri-ginekologi atau dokter ahli kulit dan kelamin.

4. Pemilihan Bahan Katun Untuk Celana Dalam
Memilih bahan pada celana dalam sebaiknya mengunakan bahan katun karena katun dapat menyerap keringat dengan baik.Dan usahakan untuk menghindari bahan seperti nilon, karena bahan nilon memilki sifat panas yang dapat menimbulkan kelembapan yang berlebih dan bisa berakibat tumbuhnya jamur dan patogen di wilayah vagina.

5. Hindari Memakai Bedak Pada Vagina
Partikel halus yang terkandung pada bedak mudah sekali terselip di dalam vagina dan bisa mengakibatkan timbulnya jamur di area sensitif itu.

6. Jangan Mengenakan Celana atau Jeans Yang Terlalu Ketat.
Keringat merupakan "santapan nikmat" bagi jamur di area vagina, maka dari itu hindarilah memakai celana yang terlalu ketat. Jika memang ingin mengenakan celana ketat, usahakan untuk tidak memakainya seharian dan segeralah ganti pakaian yang longgar setibanya di rumah.

7. Penggunaan Pantyliner
Penggunaan pantyliner setiap hari sangat tidak dianjurkan karena selain dapat menimbulkan jamur, juga bisa menghalangi sirkulasi udara pada daerah vagina. Bila terpaksa menggunakan, sebaiknya pantyliner diganti setiap habis buang air kecil atau buang air besar.

8. Pemilihan Pembalut yang Tepat
Dalam pemilihan pembalut, sebaiknya pilihlah pembalut yang berdaya serap tinggi dan permukaan yang lembut, agar dapat mengurangi iritasi pada daerah kulit vagina. Dan yang terpenting hindari pembalut yang mengandung wangi-wangian karena bagi yang berkulit sensitif, zat kimia yang terkandung di dalamnya akan membuat vagina jadi gatal dan iritasi.

Sumber: astaga.com

Crystal-X Terapi Khusus Organ Kewanitaan

Crystal-X Izin BPOM NA 18111600004

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Silakan mengisi komentar atas posting yang telah Anda baca. Harap tidak melakukan SPAM atau menggunakan kata-kata kotor, jorok, menyinggung SARA, dsb. Terima kasih :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...